Elektabilitas Partai Gerindra Paling Tertinggi di Hasil Survei Indonesia Political Opinion
Papuaekspose.com – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei tingkat elektabilitas parpol di Indonesia. Lima partai berhasil duduk di lima besar Dimana posisi teratas dipegang Partai Gerindra.
Elektabilitas Gerindra tercatat sebesar 34,7 persen. Tingkat elektabilitas itu bahkan unggul jauh ketimbang partai-partai lain. PDIP yang menyusul di posisi kedua persentasenya 12,5 persen. Lalu, ada Partai Golkar di posisi ketiga dengan persentase 10 persen.
Di belakang tiga besar tersebut, ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan persentase 6,2 persen dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan persentase 5 persen.
Senada dengan temuan IPO, survei Indikator Politik Indonesia periode Januari 2025 juga memperlihatkan elektabilitas Gerindra paling gemuk, mencapai 35,9 persen. Survei Indikator ini dilakukan terhadap 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Tingkat elektabilitas Partai Gerindra itu juga sinkron dengan elektabilitas Prabowo sendiri selaku ketua umumnya. Survei IPO mengungkapkan bahwa tingkat elektabilitas Prabowo mencapai 66 persen. Dia unggul sangat jauh dari pesaing terdekatnya di posisi kedua, yakni Anies Baswedan yang hanya 9,5 persen.
“Sejauh ini belum muncul nama baru untuk konstelasi pilpres, Prabowo Subianto mendominasi pilihan responden. Situasi ini menandai soliditas pemilih Prabowo masih sangat kuat,” papar IPO dalam rilis surveinya, dikutip Sabtu (31/5/2025).
Sebagai informasi, survei IPO melibatkan 1.200 orang responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei IPO ini dilakukan dalam periode 22-28 Mei 2025.
“IPO terlebih dahulu menentukan primary sampling unit (PSU) pada sejumlah kelurahan/desa untuk menjadi sampel, pada setiap kelurahan/desa akan dipilih secara acak–menggunakan random kish grid paper–sejumlah 5 rukun tetangga (RT), pada setiap RT dipilih 2 keluarga, dan setiap keluarga akan dipilih 1 responden yang memenuhi syarat, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah,” tulis IPO dalam laporannya.
Sementara itu, tingkat pengukuran kesalahan atau margin of error dari survei ini adalah 2.90 persen dan tingkat akurasi datanya 95 persen. Setting pengambilan sampel menggunakan teknik stratified multistage random sampling (SMRS) atau pengambilan sampel bertingkat.
Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook