Jayapura – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Papua melakukan aksi bisuh dengan tuntutan bebaskan terdakwa Gerson Pigai dan Kamus Bayage di depan Pengadilan Negeri Jayapura, Papua, Kamis (09/02).

Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Papua tersebut dilakukan saat diselenggarakannya sidang perdana terhadap terdakwa Gerson Pigai dan Kamus Bayage yang disidangkan di PN Jayapura, dini hari dengan agenda Pembacaan Dakwaan.

Korlap Umum, Yabet Degei menjelaskan proses penangkapan terhadap terdakwa Gerson Pigai dan Kamus Bayage. “Ini berawal dari aksi penolakan KTT-G20 yang di dorong oleh Aliansi BEM Se-Kota Jayapura pada tanggal 16 November 2022 tahun lalu, di depan Gapura Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura yang berakhir dengan ricuh,”

Saat aksi tolak KTT-G20, masa aksi ingin melakukan long mars ke kantor DPRP, akan tetapi mahasiswa yang melakukan long mars direpresi oleh aparat kepolisian serta memukul mundur masa aksi ke dalam lingkungan kampus.

”MTQ

Akibatnya terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian dan beberapa masa aski menyerahkan diri kepada aparat keamanan untuk meredahkan situasi.

“Ini mengakibatkan terjadinya bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang mana Gesrson Pigai, Kamus Bayage serta lima orang mahasiswa menyerahkan diri dengan tujuan memeredahkan situasi yang lagi memanas,” jelas Yabet Degei.