Bima Wibisono Putra Produseri Single Perdana Grup Band Aldrix
Papuaekspose.com, – Bernama lengkap Bima Wibisono Putra lahir 13 Juli 1987, pria yang lebih dikenal dengan nama Bima WP gitaris yang kerap tampil mengiringi aksi panggung Nugie di televisi maupun off air, kini melangkah jadi produser musik.
Single perdana grup band Aldrix berjudul Menghilang Dengan Waktu yang diproduseri Bima Wibisono Putra ini dirilis pada Minggu, 20 Agustus 2023 di YouTube Channel Aldrix ID.
Diwawancara pada Selasa (22/8/2023), Bima mengaku termotivasi menjadi seorang produser musik. Motivasinya berawal dari melihat David Foster yang banyak menangani penyanyi atau band hebat dunia dengan genre musik yang cukup berbeda.
“Dengan tangan dinginnya, David Foster bisa meramu dan memberikan nyawa ke karya-karya yang ia buat untuk orang lain tanpa menghilangkan rasa dari si penyanyi atau band tersebut. Saya juga mendengarkan karya-karya Hans Zimmer. juga produser-produser lainnya. Kalau di Indonesia, saya dengarkan Pay Burman dan lainnya, tanpa melupakan saya juga seorang gitaris,” kata Bima.
Dengan skill bermain gitar yang dimiliki, Bima ingin lebih mengembangkan lagi kemampuannya bermusik. Walaupun prosesnya tidak mudah, ia malah ingin lebih mendalaminya, dengan mempelajari alat musik selain gitar, komposisi, sound, karakter player, mixing, mastering, dan lainnya.
Makin sulit sebuah garapan musik dipelajari, Bima malah makin jatuh cinta untuk belajar dan latihan terus menerus dan ia sangat menikmatinya. Bima merasa seperti orang yang suka bermain game, semakin sulit level sebuah game makin penasaran untuk melewatinya.
Dijelaskan Bima Wibisono Putra, Aldrix punya empat personal, di vokal Kevin Samuel, jebolan The Voice Indonesia tahun 2016 di bawah bimbingan coach Kaka Slank. Di Bass ada Ninyo Richy, kepiawaiannya bermain bass juga sempat membuatnya bergabung dengan beberapa band label Indonesia, dan sering terlibat beberapa project bersama Kevin Samuel. Di Drum ada Rendy Suryadi, ia sering menjadi session musisi-musisi Indonesia termasuk Nugie, juga sering terlibat project musik bersama Bima Wp, Gitaris Aldrix.
🚨 Berita Populer: Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi? Simak Selengkapnya
🚨 Viral Hari Ini: Kejadian Tak Terduga yang Menghebohkan Publik Simak Selengkapnya
🚨Cek Fakta: Informasi Terbaru yang Sedang Banyak Dicari Warga Net Simak Selengkapnya
Grup band Aldrix terbentuk berawal dari pertemanan, mereka sepakat untuk membuat grup band yang berlandaskan kekeluargaan tanpa mengesampingkan sisi profesional dalam menjalankan band tersebut. Mereka juga membuat management sendiri untuk Aldrix yang para personalnya menyukai genre Rock. Mereka pun sepakat membuat musik yang tentunya happy untuk mereka mainkan, tanpa terkontaminasi dari orang lain, tapi tidak menutup kritik dan saran untuk mereka.
Bagi Bima Wibisono Putra, Aldrix saat ini seperti rumahnya, untuk menuangkan ide-ide kreatif tanpa dibatasi, personal yang lain pun bebas untuk menuangkan ide-ide mereka. Sebelum membuat musik mereka berdiskusi. Bima yang juga music arranger Aldrix mempelajari kesukaan setiap personal, cara bermain sampai sound yang mereka sukai, jadi sebuah tantangan yang seru baginya dalam membangun konsep yang cocok bagi Aldrix. Idealisme bermusik masing-masing personal justru jadi kekayaan dalam penggarapan musik Aldrix.
Sebelumnya, Bima pernah membentuk Aldrix pada Agustus tahun 2020, tapi formatnya duo akustik. Bersama vokalisnya menghasilkan 1 single, tapi sempat vakum. Lalu mereka mulai bergerak lagi pada Februari 2023 dengan format band, tapi saat itu belum mempunyai nama band. Mereka mulai menggunakan nama Aldrix di video cover pertama mereka yang dirilis pada Maret 2023.
“Basecamp kami di daerah Kalibata – Jakarta Selatan, workshop pun di sana. Untuk single perdana dan kedua Aldrix, proses kreatif penggarapan awal bagan lagu saya kerjakan di rumah, lalu saya bawa datanya ke rumah drummer untuk take drum. Setelah itu, saya bawa ke basecamp untuk take bass dan vocal. Lalu take gitar, mixing, dan mastering-nya saya lanjutkan di rumah,” kata Bima.
Kecintaannya pada musik sinematik karena ia kadang suka hanyut terbawa ilustrasi musik saat menonton film. Musik sinematik mempunyai daya magis tersendiri, dan ia aplikasikan untuk Aldrix setelah berdiskusi sesama personal.
Menurut Bima Wibisono Putra, Aldrix mengusung rock karena basic para personalnya memang dari genre musik tersebut. Mereka juga tetap memikirkan sisi komersil dari musik yang digarap. Pada single Menghilang Dengan Waktu mereka buat agak slow di awal, lalu penuh emosi di akhir-akhir lagu, agar pendengar bisa terbawa suasana dari single perdana mereka tersebut.
“Saya memasukkan unsur cinematic music pada lagu Menghilang Dengan Waktu agar lebih terasa feel dan emosinya, sehingga yang mendengarkan lagu kami bisa terhanyut seperti sedang nonton film drama,” kata Bima Wibisono Putra.
Lebih lanjut Bima Wibisono Putra mengatakan, bukannya tidak suka dengan genre selain rock, ia melakukan hal yang memang ia sukai, apalagi untuk karyanya sendiri. Lingkungannya pun rata-rata menyukai musik rock. Tidak sedikit Bima WP juga pernah menggarap musik Pop, RnB, hingga Dangdut Koplo. Selama ia happy mengerjakannya, akan ia lakukan. Apalagi semua personil Aldrix dan manajemennya menyukai musik rock.
“Sulit tidaknya musik rock untuk kembali merajai industri musik tanah air, menurut saya apapun genrenya musik masih menjadi misteri untuk bisa dipastikan mana yang akan booming atau tidak. Selagi saya menjalaninya dengan suka cita tanpa beban, ya akan saya lakukan,” katanya.
Lagu Menghilang Dengan Waktu sudah dirilis Aldrix di berbagai platform musik digital. Kisah pada lirik lagu tersebut lanjutannya ada pada single ke dua mereka, judulnya Cukup Sudah Baby.
Pembawaan Kevin Samuel menyanyikan dua lagu tersebut tetap menunjukan sisi maskulin yang tidak terlalu galau, ”lagu sedih tapi tetap laki” begitu maksud mereka. Dari segi musik, mereka mengemasnya dengan genre rock yang cukup sinematik yang tidak mengesampingkan idealisme mereka masing-masing, karena mereka mau memainkannya dengan karakter masing-masing, tapi tetap easy listening.
“Lirik lagu Menghilang Dengan Waktu yang ditulis Kevin Samuel bareng Alan Wilastra seakan-akan hampir dari kita semua pernah mengalaminya. Walaupun sakit hati, nantinya akan menghilang dengan waktu. Jadi harus tetap move on,” kata Bima Wibisono Putra.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook