Papuaekspose.com, – Bupati Mimika DR Eltinus Omaleng SE., MH berang dan kecewa dengan wacana PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun smelter di luar wilayah Kabupaten Mimika. Bupati Eltinus bahkan mengancam akan memimpin secara langsung penutupan PT Freeport andai wacana tersebut tetap berjalan.

Rencana pembangunan smelter itu diketahui dari postingan Presiden Joko Widodo di akun Instagram terkait menerima Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (14/11/2023).

Jokowi menyebut, membuka opsi perpanjangan kontrak PTFI selama 20 tahun dan rencana pembelian saham PTFI sebesar 10 persen. Presiden juga memuji PTFI yang mendukung program hilirisasi pemerintah Indonesia dengan komitmen membangun smelter.

“Pihak Freeport menunjukkan komitmennya membangun smelter di lokasi lain di Indonesia, tidak hanya di Surabaya, tapi di Kabupaten Fakfak Papua Barat,” kata Jokowi dalam postingannya.

”MTQ

Bupati Mimika Eltinus Omaleng tegas menolak dan menyebutkan, pembangunan Smelter seharusnya bukan di Jawa Timur ataupun daerah lainya melainkan di Kabupaten Mimika yang merupakan daerah tambang. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Minerba.

“Isunya lagi akan dibangun di Fakfak. Mau dibangun di mana di Fakfak. Itu saya tegas tolak. Kalau mau bangun smelter itu harus bangun di Timika, karena kami dari masyarakat adat pun siapkan tanah, tidak ada kurang di sini. Kenapa freeport selalu dibawa keluar terus,” kata Eltinus kepada wartawan di Timika Papua Tengah Rabu (15/11/2023).

Pemkab Mimika lanjut Bupati, telah menyiapkan tanah sebagai lokasi pembangunan smelter di Mimika. Anehnya mau dibangun di Fak-Fak.

“Kami dari masyarakat adat sudah siapkan tanah, tidak ada kurang di sini, kenapa Freeport harus bawa ke luar terus,” ujarnya.

Bupati juga mengaku kaget dengan adanya pertemuan Presiden Jokowi dan pihak PT Freeport Macmoran dan membahas soal tambahan 10 persen saham.

“Kami kaget juga bahwa pak Presiden ketemu dengan Adkerson di Amerika memberikan sepuluh saham. Baru untuk masyarakat adat di mana? Kalau seperti itu lebih baik kita tutup Freeport saja, tidak usah pakai kata-kata yang lain. Nanti saya sendiri yang akan pimpin untuk tutup Freeport,” tandasnya.