Papuaekspose.com, – Bupati Mimika, DR Eltinus Omaleng SE., MH secara tegas menolak wacana pembangunan Proyek Smelter oleh PT. Freeport Indonesia di luar wilayah Kabupaten Mimika tepatnya di Kabupaten Fak-Fak. Bupati juga meminta 10 persen saham Freeport tambahan yang dibahas Presiden Jokowi bersama pihak Freeport-MacMoran agar diberikan khusus kepada pemilik hak Ulayat gunung emas yang dikeruk di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah.

Tak main-main, Bupati Eltinus bahkan mengancam akan memimpin secara langsung untuk menutup beroperasinya Freeport andai permintaan itu tak digubris.

“Kami kaget juga pak Presiden ketemu dengan Adkerson di Amerika kasih sepuluh saham. Baru untuk masyarakat adat di mana? Kalau seperti itu lebih baik kita tutup Freeport saja, tidak usah pakai kata-kata yang lain. Nanti saya sendiri yang akan pimpin untuk tutup Freeport,” kata Bupati Eltinus kepada wartawan Rabu (15/11/2023).

Pernyataan itu kemudian direspon dan didukung penuh oleh Ketua DPD KNPI Kabupaten Mimika, Awen Magai.

”MTQ

Awen kepada Papuaekspose Rabu (15/11) malam mengapresiasi pernyataan dan sikap tegas Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Menurutnya, Smelter Freeport yang hendak dibangun lebih tepat kedudukannya di wilayah Kabupaten Mimika. Sebab, selain di wilayah tambang juga didukung dengan luasnya lahan yang sudah disiapkan pihak Lembaga Adat dan Pemerintah Daerah.

“Kami mendukung penuh pernyataan bapak Bupati. Kami sampaikan kepada Pemerintah Pusat dan pihak Freeport supaya jangan main-main dengan hal ini. Smelter berikut harus dibangun di daerah kami sendiri, daerah kami juga luas dan strategis,” katanya.

Awen juga menyayangkan pembangunan proyek smelter yang dilakukan PT Freeport Indonesia (PT FI) di Manyar, Gresik, Jawa Timur.

“Padahal (Smelter) itu dibangun di wilayah Kabupaten Mimika dulu baru pikir daerah lain. Disini wilayah luas dan strategis juga. Banyak pencari kerja yang sedang menganggur. Jadi, Smelter berikut harus dibangun di Mimika,” tutupnya.