Papuaekspose.com – Jelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 seluruh komponen masyarakat di Provinsi Papua Barat diminta untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Hal ini dikatakan langsung Kepala Suku Besar Pegunungan Arfak Dominggus Mandacan.

Dirinya mengingatkan masyarakat di Papua Barat bisa bersama-sama menjaga suasana perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 bisa terlaksana dengan aman, lancar, dan tertib. “Kerukunan umat beragama di Papua Barat yang telah terjalin sejak dahulu, merupakan modal utama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan hingga masa mendatang,” kata Dominggus, Sabtu 23 Desember 2023.

Meski demikian, edukasi dan sosialisasi secara masif harus terus digelorakan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu hoaks yang berpotensi merusak keharmonisan.

“Toleransi yang sudah tercipta dari dulu harus terus dirawat, dan semua bertanggung jawab,” ucap Gubernur Papua Barat periode 2017–2022 ini.

Ia menuturkan bahwa tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda senantiasa mendukung pemerintah daerah mewujudkan stabilitas keamanan daerah.

Situasi kamtibmas yang kondusif tersebut berdampak positif terhadap upaya pemerintah merealisasikan program percepatan pembangunan di seluruh Tanah Papua.

“Suasana Natal dan Tahun Baru 2024 bertepatan dengan pesta demokrasi. Kalau ada isu-isu provokasi, laporkan ke aparat keamanan,” ujar dia.

Sementara Kepala Biro Operasi Polda Papua Barat Komisaris Besar (Pol) Erick Kadir Sully menerangkan, Operasi Lilin Mansinam 2023 dalam rangka pengamanan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 melibatkan 1.087 personel gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Basarnas, serta unsur pemerintah daerah.

“Keseluruhan personel gabungan sebanyak 1.087 personel, khusus anggota Polda ada 327 personel,” kata Erick Sully.

Ia menjelaskan personel tersebut nantinya disebar ke 530 objek pengamanan yang meliputi 340 gereja, 52 objek wisata, 53 objek pergantian tahun, 15 terminal angkutan umum, 30 pelabuhan laut, 13 bandar udara, dan 57 pusat perbelanjaan.

Kemudian, 49 Pos Operasi Lilin, 20 pos pengamanan, 23 pos pelayanan, dan enam pos terpadu untuk memantau perkembangan situasi kamtibmas menjelang hingga sesudah perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Wilayah hukum Polda Papua Barat ada dua provinsi yaitu Papua Barat dan Papua Barat Daya,” ucap Erick.