Papuaekspose.com – Kepala Kejati Papua Witono menegaskan pihaknya akan menangani kasus yang merugikan negara hingga Rp 8 triliun saat pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 pada tahun 2024. Hal itu ia tegaskan saat berada di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Menurutnya, dugaan korupsi itu melibatkan oknum pejabat-pejabat di Papua yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali.

“Kami sudah memeriksa 30 lebih saksi dari kasus korupsi dana PON XX Papua 21, nanti pengumuman resminya disampaikan Januari 2024,” katanya.

Menurut Kajati Papua itu, kasus ini terkuak setelah banyak pihak yang terlibat di dalam penyelenggaraan PON XX Papua 2021 yang belum terbayarkan hingga kini.

”MTQ

“Jumlahnya ratusan miliar pihak-pihak yang belum dibayarkan oleh panitia PON XX, saya juga berharap tidak ada pihak yang mencoba melakukan upaya melawan hukum dari kasus ini” ujarnya.