Kemenag Mimika Gelar FGD Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan
Papuaekspose.com, Timika – Kementerian Agama Kabupaten Mimika melalui Bimas Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan dengan mengusung tema “Merawat Kebersamaan Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Kebersamaan”.
Kegiatan berlangsung pada Selasa (26/8/2025) di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Mimika, Jalan Yos Sudarso, Sempan-Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan melibatkan pimpinan berbagai ormas Islam termasuk Ketua MUI Mimika, perwakilan PD Muhammadiyah Mimika, PC NU Mimika, Penyuluh Agama, KUA, Komunitas Keagamaan, dan tamu undangan lainya.
Kepala Kemenag Mimika, Gabriel Rettobyaaan,S.Ag didampingi Kasie Bimas Islam, Muslimin, S.Ag memaparkan, FGD ini digagas oleh Dirjen Kementerian Agama Republik Indonesia dan dilaksanakan di seluruh Bimas Islam se-Indonesia.

Tujuannya agar menjadi wadah dialog bersama dalam memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang bernuansa agama.
Kepala Kantor Kemenag Mimika dalam sambutannya menegaskan bahwa moderasi beragama bukan hanya sekadar jargon, melainkan strategi kebangsaan untuk merawat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. “Melalui forum ini kita ingin memastikan bahwa keragaman yang kita miliki menjadi kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Deteksi dini terhadap potensi konflik adalah langkah penting agar kita mampu mengantisipasi, bukan sekadar bereaksi,” ujarnya.
Gabriel Rettobyaan menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan semua pihak dalam mencegah konflik agar tercipta lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
“Deteksi dini bukan sekadar respons terhadap masalah, tetapi langkah proaktif menjaga persatuan dan toleransi,” terangnya.

Kegiatan ini menurutnya, menjadi bagian dari komitmen Kemenag Mimika dalam memperkuat hubungan antarumat beragama, meminimalkan gesekan sosial, serta memastikan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
FGD ini diharapkan menjadi langkah strategis yang memperkuat peran Ormas Islam dalam menjaga keharmonisan masyarakat Mimika, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi semua warga khususnya di Kabupaten Mimika.
Diskusi berlangsung hangat, para peserta saling bertukar pandangan mengenai tantangan keberagamaan di tengah dinamika sosial di Kabupaten Mimika.
Beberapa poin yang mengemuka antara lain pentingnya penguatan literasi keagamaan, peningkatan komunikasi lintas umat, serta komitmen bersama dalam menangkal ujaran kebencian di ruang publik maupun media sosial.
Hasil diskusi kemudian melahirkan komitmen bersama untuk terus menjaga kebersamaan dan menguatkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai, toleran, dan harmonis di Kabupaten Mimika.
Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook