Kemnaker Ungkap Data Korban PHK Meningkat Pada Bulan Mei Hingga Juni 2025
Papuaekspose.com – Hingga pekan pertama Juni 2025 angka pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) mengalami peningkatan. Hal ini diungkap Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri.
Menurutnya sejauh ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melaporkan jumlah korban mengalami peningkatan hingga pekan pertama Juni 2025, sekitar 30.000 pekerja terkena PHK.
“Sekitar 30.000-an (pekerja ter-PHK) per akhir Mei sampai minggu pertama Juni 2025,” kata Indah di Kantor Kemnaker, Selasa (24/6/2025).
Kendati begitu, Indah tidak memerinci lebih jauh provinsi dengan kasus PHK tertinggi dalam rentang periode tersebut. Selain itu, dia juga tidak memerinci sektor mana yang paling banyak merumahkan pekerja sepanjang akhir Mei hingga Juni 2025.
Dia hanya menyebut sektor yang paling banyak melakukan PHK masih sama seperti data sebelumnya.
Adapun, Indah menuturkan bahwa data PHK nantinya akan dipusatkan di Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Naker).
“Karena untuk dilihat antara data real dari dinas dengan klaim JKP, harus divalidasi dulu, supaya benar-benar memberikan informasi yang akurat,” pungkasnya.
🚨 Berita Populer: Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi? Simak Selengkapnya
🚨 Viral Hari Ini: Kejadian Tak Terduga yang Menghebohkan Publik Simak Selengkapnya
🚨Cek Fakta: Informasi Terbaru yang Sedang Banyak Dicari Warga Net Simak Selengkapnya
Kemnaker sebelumnya mencatat setidaknya 26.455 orang ter-PHK hingga 20 Mei 2025. Korban PHK paling banyak terjadi di Jawa Tengah yakni sebanyak 10.695 orang sepanjang Januari-Mei 2025.
Provinsi dengan kasus PHK terbanyak kedua ditempati oleh Daerah Khusus Jakarta dengan total kasus sebanyak 6.279 orang, dan Kepulauan Riau 3.570 orang.
Kala itu, Indah menyebut bahwa kasus PHK paling banyak terjadi di sektor pengolahan, perdagangan besar eceran, dan jasa.
“Sektornya (paling banyak) pengolahan, perdagangan besar eceran, dan jasa,” katanya.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook