Papuaekspose.com – Di kantor LP3BH Manokwari, Wakil Ketua Komnas HAM RI Abdul Haris Semendawai menyebut tragedi Wasior sebagai kasus pelanggaran HAM berat tetap menjadi perhatiannya, karena sudah berjalan sesuai prosedur hukum. Hal itu ia katakan, saat bertandang ke Kabupten Manokwari bertemu dengan Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization), Rabu 25 Oktober 2023.

“Kasus tragedi Wasior tetap menjadi perhatian kami dan tengah berjalan sesuai prosedur hukum. Sesuai pernyataan Presiden Joko Widodo belum lama ini bahwa ada 12 peristiwa dugaan pelanggaran HAM di Indonesia, termasuk tragedi Wasior,” kata dia.

Atas nama Komnas HAM RI, Semendawai justru memberi catatan bahwa Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sedang melakukan upaya pemberian restitusi (ganti rugi) kepada para korban dan atau keluarganya, termasuk dalam kasus tragedi Wasior.

“Presiden Jokowi sudah berupaya memberikan restitusi untuk para korban dan atau keluarganya, termasuk dalam kasus tragedi Wasior,” terang Semendawai saat berbincang dengan Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Cristian Warinussy.

”MTQ

Sementara dalam keterangan tertulisnya, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Cristian Warinussy mengatakan kunjungan Ketua dan Wakil Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) ke Manokwari untuk bertemu dengan Organisasi Masyarakat Sipil (Civil Society Organization) di kantor LP3BH Manokwari demi memperoleh informasi langsung dari para OMS/CSO mengenai situasi hak asasi manusia secara luas di Manokwari secara khusus dan secara umum di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Saya pribadi selaku Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Cristian Warinussy menyambut kedatangan meraka,” kata Warinussy, Jumat (27/10/2023).