Papuaekspose.com, – Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua melakukan aksi unjukrasa menolak investasi blok Wabu yang akan beroperasi di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua Tengah.

Aksi itu dipusatkan di Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah di Jalan Merdeka. Jumat 19 Januari 2024.

Selama aksi unjukrasa berlangsung, ratusan massa itu berorasi dan membawa sejumlah spanduk dan karton dengan tulisan bernada kritik dan penolakan investasi blok Wabu.

Salah satu karton yang dibentangkan bertuliskan “Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Menolak Investasi di Blok B Wabu Intan Jaya,”.

Koordinator Lapangan, Juko Kobogau kepada wartawan mengatakan, kehadiran PT Antam Blok Wabu dapat mengancam eksistensi orang asli papua OAP.

“Kami tidak butuh PT Antam, Blok B Wabu karena tanpa PT kami bisa hidup. Rakyat Papua butuh hidup 100 tahun,” kata Juko.

Blok Wabu menurutnya memang merupakan bagian dari Blok B dalam kontrak karya yang dimiliki PT Freeport Indonesia. Hasil eksplorasi menunjukkan kandungan emas yang ada di Blok Wabu cukup menjanjikan, namun Freeport Indonesia melepas Blok Wabu kepada pemerintah sebelum tahun 2018 karena ingin fokus dengan Grassberg.

Pantauan media ini, selama aksi unjukrasa itu berlangsung dikawal aparat kepolisian setempat.