Menteri HAM Minta Polisi Usut Tuntas Teror Terhadap Aktivis dan Influencer
Papuaekspose.com – Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan bahwa pemerintah bukan pelaku di balik serangkaian teror yang dialami sejumlah influencer dan aktivis dalam beberapa waktu terakhir. Aksi intimidasi tersebut sebelumnya diduga berkaitan dengan kritik terhadap penanganan bencana di wilayah Sumatera.
Pigai menyatakan, kecil kemungkinan negara atau institusi pemerintah terlibat dalam tindakan yang mengancam kebebasan berekspresi warga negara.
“Tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan,” ujar Menteri HAM Pigai pada Jumat, 2 Januari 2025.
Menurut Pigai, hingga saat ini belum ditemukan bukti yang mengarah pada keterlibatan pemerintah atau aktor negara dalam rangkaian teror tersebut. Karena itu, ia meminta publik tidak serta-merta menyimpulkan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas intimidasi yang dialami para pemengaruh.
Mantan Komisioner Komnas HAM itu juga mengingatkan agar para influencer tidak gegabah menuding pemerintah sebagai pelaku teror. Ia menegaskan bahwa identitas pelaku dan motif di balik aksi intimidasi hanya bisa dipastikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum.
Pigai pun mendorong kepolisian untuk segera mengusut kasus ini secara menyeluruh. “Agar diketahui apa motifnya dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangan tertulis.
Lebih lanjut, Pigai menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik, termasuk kritik keras terkait penanganan bencana di Sumatera. Namun, ia menekankan bahwa kritik sebaiknya disampaikan berdasarkan fakta dan data yang akurat.
🚨 Berita Populer: Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi? Simak Selengkapnya
🚨 Viral Hari Ini: Kejadian Tak Terduga yang Menghebohkan Publik Simak Selengkapnya
🚨Cek Fakta: Informasi Terbaru yang Sedang Banyak Dicari Warga Net Simak Selengkapnya
Ia juga menyebut pemerintah serius dalam menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Pigai mencontohkan intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke daerah terdampak.
“Hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar Menteri HAM Natalius.
Pigai mengakui, sebelumnya ia belum mendapatkan informasi lengkap terkait adanya teror terhadap warga atau influencer yang mengkritik penanganan bencana tersebut.
“Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? Oleh siapa dan karena apa?” kata Pigai pada Rabu, 31 Desember 2025.
Sebelumnya, sejumlah aktivis dan influencer yang vokal mengkritik penanganan bencana di Sumatera melaporkan mengalami aksi teror. Pemusik asal Aceh, Ramond Dony Adam atau D.J. Donny, mengaku menerima kiriman bangkai ayam disertai surat ancaman.
Influencer asal Aceh, Shery Annavita, juga menyebut rumahnya didatangi teror berupa kiriman telur busuk serta aksi vandalisme terhadap kendaraannya. Selain itu, rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, dilaporkan menerima kiriman bangkai ayam dengan pesan bernada ancaman.
Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan dengan aktivitas advokasinya di Greenpeace, khususnya kritik terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook