Papuaekspose.com, – Ketua Dewan Pengarah Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA) Kabupaten Mimika Yohanes Kemong memperingatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika Slamet Sutejo agar tidak mudah mengeluarkan KTP bagi pendatang baru di Kabupaten Mimika.

Sebab, hal itu menurutnya, sangat merugikan orang asli papua OAP, khususnya generasi Amungme-Kamoro dan Labeti maupun penduduk lama yang hendak mengadu nasibnya di dunia pekerjaan, termasuk persaingan di kursi komisioner KPU dan BAWASLU.

“Kenapa saya harus kasih peringatan?. Karena selama ini asal kasih keluar KTP untuk orang yang baru datang injak kaki di Kabupaten Mimika. Ada yang baru datang dapat KTP langsung mau melamar pekerjaan, mau ikut tes KPU, Bawaslu seakan-akan orang-orang ini sudah dari lahir dan besar di Timika. Kami tegaskan tidak boleh terjadi lagi,” tegas YK sapaan akrab Yohanes Kemong kepada Papuaekspose di Timika Papua Tengah Rabu (29/11).

Dia mengaku prihatin atas nasib generasi orang asli papua (OAP) lebih khusus Amungme dan Kamoro, maupun lahir besar timika (Labeti) dalam hal pekerjaan.

”MTQ