Papuaekspose.com – Operasi Keselamatan Cartenz 2024 yang digelar Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mimika telah memasuki hari ke 12 dan berhasil menjaring ratusan kendaraan terhitung sejak tanggal 4 Maret 2024.

Khusus di hari ke-12 Petugas Satlantas Polres Mimika berhasil menjaring empat puluh kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Hari ini ada 40 kendaraan roda dua dan roda empat yang terjaring razia. Data keseluruhan per hari ini, (terjaring) kendaraan roda dua atau motor sebanyak 210 unit, roda empat atau mobil 19 unit dan kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi ada 8 unit,” kata Kasat Lantas Polres Mimika AKP Darwis kepada papuaekspose.com saat memimpin razia kendaraan di Jalan Budi Otomo Timika, Jumat (15/3/2024).

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia sesuai jadwal Operasi Keselamatan Cartenz 2024 hingga 17 Maret 2024.

“Karena itu, saya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh terhadap aturan berlalulintas demi keamanan dan kenyamanan saat berkendara. Ingat harus menggunakan helm dan membawa SIM serta surat kelengkapan kendaraan bermotor,” tegasnya.

Operasi Keselamatan Cartenz 2024 yang digelar Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Mimika telah memasuki hari ke 12 dan berhasil menjaring
Kolase kegiatan Operasi Keselamatan Cartenz 2024 saat petugas memeriksa kendaraan di Jalan Budi Otomo Timika, Jumat (15/3/2024). (foto: Alqadri/Papuaekspose.com)

Kasat Lantas menyebutkan, kecelakaan lalulintas di Kabupaten Mimika terdata 90 persen mengalami kematian karena tidak menggunakan helm.

“Data yang ada adalah orang yang mengalami lakalantas 99 meninggal dunia karena tidak memakai helm. Sehingga benturan dengan kepala,” sebutnya.

Ia juga mengingatkan kepada pebalap liar di Kota Timika agar tidak lagi melakukan aksi balapan liar di jalan raya. Sebab, kata dia, hal itu dapat merugikan serta membahayakan nyawa yang bersangkutan maupun nyawa orang lain.

“Sampai saat ini, terkait balap liar maupun angkat-angkat ban di jalanan, kami sudah tilang 4 unit motor. Kami berikan sanksi pasal balap liar. Sanksi lainya adalah kendaraan yang bersangkutan akan ditahan selama tiga bulan sebagai efek jera,” ujarnya.

Himbauan lainya adalah pengendara roda dua yang selama ini menggunakan knalpot racing atau brong supaya segera mengganti dengan knalpot standar.

“Knalpot racing selain melanggar aturan lalulintas, suaranya sangat mengganggu kenyamanan masyarakat, apalagi saat ini umat Islam sedang beribadah di bulan Ramadhan,”¬†tandasnya.