Para Advokat Perekat Nusantara dan TPDI Desak Gibran Rakabuming Raka Mundur dari Wapres
Papuaekspose.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut telah menodai demokrasi Pemilu 2024 dan sistem ketatanegaraan Indonesia. Hal ini dikatakan Perwakilan Para Advokat Perekat Nusantara Petrus Salestinus dalam siaran persnya, Rabu (2/7/2025).
Perlu diketahui Para Advokat Perekat Nusantara dan TPDI telah mensomasi Gibran Rakabuming Raka agar mundur sebagai Wakil Presiden.
“Ini bisa dilihat dari atraksi yang dilakukan oleh tim Gibran saat memaksakan Gibran Rakabuming Raka jadi Cawapres mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu 2024,” kata Petrus Salestinus.
“Putusan MK dan Putusan MKMK tidak hanya berimplikasi kepada Hakim Konstitusi Anwar Usman diberhentikan dari jabatan Ketua MK dan 8 Hakim Konstitusi lainnya diberi sanksi administratif berupa teguran tertulis dan teguran lisan, akan tetapi juga berimplikasi hukum pada tidak sahnya putusan MK No: 90/PUU-XXI/2023, tanggal 16 Oktober 2023,” sambung dia.
Selain itu, Petrus juga mempermasalahkan unggahan akun media sosial Fufufafa yang disebut-sebut milik Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, sampai saat ini masih belum ada klarifikasi dari pihak Gibran Rakabuming Raka terkait akun tersebut.
“Padahal kan terdapat muatan penghinaan berupa penyebaran berita bohong yang menimbulkan rasa kebencian, aspek asusila berorientasi seksual yang tidak sehat pada si pemilik akun Fufufafa, sehingga runtuhlah kepercayaan publik,” katanya.
Para Advokat Perekat Nusantara dan TPDI mendesak Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri sebagai Wapres, setelah 7 hari menerima surat somasi yang dilayangkan oleh Para Advokat Perekat Nusantara dan TPDI. Jika tidak segera mengundurkan diri, para advokat perekat nusantara dan TPDI akan maju ke MPR dan mengusulkan pemakzulan Gibran sebagai Wapres.
“Kami akan membawa permasalahan ini sebagai aspirasi masyarakat kepada MPR untuk menyelenggarakan sebuah sidang MPR guna mendiskualifikasi jabatan wakil presiden atas nama Gibran Rakabuming Raka,” pungkasnya.
Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook