Papuaekspose.com – OJK telah menetapkan besaran bunga pinjaman online yang harus dipatuhi. Namun penerapan itu masih simpang siur untuk benar-benar dipatuhi oleh pengelola pinjaman online mulai dari biaya administrasi, biaya layanan, denda keterlambatan hingga bunga pinjaman.

Masih ada saja pinjol yang melanggar aturan. Padahal pinjol tersebut sudah legal dan masuk sebagai anggota AFPI. Hal ini tentu membuat masyarakat resah dan ketakutan.

Jika hal itu terjadi, akan ada sanksi yang diberikan pada fintech lending tersebut.

Warga masyarakat pun diminta agar hati-hati dalam memilih aplikasi pinjaman online serta memikirkan baik-baik tentang risiko yang akan dihadapi. Jangan lupa buat perhitungan matang-atang tentang biaya yang harus ditanggung nantinya.

”MTQ

Sanksi Pinjol Legal yang melanggar aturan OJK

Di tahun 2019 silam, AFPI menerima laporan masyarakat terkait dua anggota AFPI yang bekerja tidak sesuai pedoman perilaku di mana pengaduannya terkait bunga yang diterapkan melebihi batas.