Papuaekspose.com – Para aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Jayapura menerima peringatan keras agar tidak terlibat dalam politik praktis dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang sebentar lagi akan berlangsung. Demikian hal ini dikatakan Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje baru-baru ini.

Selaku pembina Kepegawaian, Plt Sekda Kota Jayapura, Evert N Merauje menjelaskan bahwa sejatinya aparatur sipil negara (ASN) itu tidak ikut bermain dalam politik karena Undang-Undang sudah melarang hal tersebut.

Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan peraturan turunannya.

“Larangan ini bertujuan untuk menjaga netralitas ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara, serta untuk menjamin pelayanan publik yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat,” ujar Evert N Merauje.

Terkait video yang beredar, diduga ada oknum ASN Pemkot Jayapura yang terlibat dalam politik praktis, Plt Sekda Kota Jayapura ini menegaskan akan ditindaklanjuti.

“Kalau memang betul dan terbukti, kita akan panggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya,” tuturnya.

Namun pada dasarnya menurut Evert N Merauje, yang beredar di Media sosial tersebut hanyalah oknum. “ASN Pemkot Jayapura akan tetap patuh terhadap aturan yang berlaku, dimana tidak terlibat dalam politik praktis,” ungkapnya.

Menyikapi PSU yang tahapnya sedang berlangsung, Evert N Merauje berharap ASN Pemkot harus jadi contoh yang baik. “ASN harus bebas dari pengaruh politik manapun dan tidak memihak kepentingan tertentu. Mereka harus melayani seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” tuturnya.

Plt Sekda Kota Jayapura menegaskan, netralitas ASN penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah dan penyelenggaraan negara.

“Netralitas ASN adalah kunci untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan melayani kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Dengan menjaga netralitas, ASN dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan integritas, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga stabilitas politik.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook