Papuaekspose.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr Benedicta Herlina Rahangiar membenarkan jika Pemerintah Provinsi Papua Selatan tengah gencar menurunkan angka stunting di tahun 2024 ini.

Lebih jauh ia menjelaskan target penurunan angka stunting ada di 4 kabupaten yakni Asmat,  Mappi, Merauke, dan Boven Digoel. “Upaya yang dilakukan Pemprov Papua Selatan cukup membuahkan hasil. Pada tahun 2023, angka stunting di wilayah Papua Selatan berada pada angka 28 persen, dengan upaya yang dilakukan akhirnya angka tersebut dapat diturunkan menjadi 19,2 persen,” kata dia.

Sekedar informasi meskipun Provinsi Papua Selatan baru berumur setahun tahun lebih, Pemprov Papua Selatan sendiri gencar melakukan intervensi sensitif dan spesifik lintas sektor.

“Angka stunting di empat kabupaten di Papua Selatan tadinya sekitar 20 persen secara keseluruhan, itu mengalami penurunan. Terakhir di triwulan ke empat angka stunting Papua Selatan 19,2 persen. Sebelumnya malah 28 persen, cukup tinggi. Tapi sudah dapat kita turunkan,” Kata Herlina kepada wartawan di Merauke, Kamis (25/1/2024).

”MTQ

Lanjutnya, walaupun kasus Stunting telah turun ke angka 19 persen, pihaknya terus gencar menjalankan program dan kegiatan penanganan stunting.

Penekanan angka Stunting terus dilakukan sebab pemerintah provinsi mengikuti arahan pemerintah pusat terkait target nasional penurunan angka stunting.

“Target nasional itu 14 persen, dan kita berharap untuk di Papua Selatan bisa dibawah itu. Penanganannya kita lakukan secara intensif, kita intervensi sensitif dan intervensi spesifik lintas sektor, dan juga lintas instansi,” ujarnya.

Dalam penanganan stunting, Pemprov Papua Selatan berkolaborasi dengan Empat pemerintah kabupaten, yakni Asmat,  Mappi, Merauke, dan Boven Digoel serta satgas percepatan penurunan angka stunting.

“Kami selalu monitoring dan melakukan evaluasi kinerja. Kalau di kabupaten secara keseluruhan teman-teman memprogramkan pemberian makanan tambahan secara rutin untuk 90 hari sesuai dg standar yang sudah ditentukan,” ujarnya.

“Ada suport dari provinsi. Dana stunting kita it seluruhnya untuk pemberian untuk makanan tambahan, dan juga pendukung lainnya seperti vitamin dan bantuan alat kesehatan untuk pemantauan anemia pada anak-anak dan ibu-ibu hamil,” sambungnya.

Untuk diketahui, pada tahun 2023 lalu, Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, telah mengeluarkan Peraturan Gubernur tentang alokasi dana Otonomi Khusus – Otsus Papua Selatan.