Papuaekspose.com – Para pengguna knalpot brong atau racing diminta agar segera mengganti dengan knalpot standar bawaan pabrikan. Pasalnya Polri tengah gencar melakukan razia knalpot brong seantero nusantara yang kini juga menyasar ke wilayah Papua.

Hal itu dibenarkan Kabag Binops Ditlantas Polda Papua, AKBP Sam Tatiratu, menurutnya Direktorat Lalu Lintas Polda Papua mengimbau pemilik kendaraan roda dua maupun empat agar tidak menggunakan knalpot brong atau knalpot bising.

“Pengguna kendaraan yang menggunakan knalpot brong agar segera menggantikannya dengan knalpot standar. Jadi yang masih menggunakan knalpot brong agar segera mengganti dengan knalpot standar pabrik, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Sam, Kamis (18/1/2024).

Menurut mantan Kapolres Dogiyai ini, penggunaan knalpot racing sangat mengganggu masyarakat karena mengeluarkan suara bising dan bikin tidak nyaman.

Knalpot ini juga dapat membahayan pengguna jalan lain, baik pengendara maupun pejalankan kaki, bahkan pengendara itu sendiri.

“Karena knalpot brong bisa menyebabkan hilangnya konsentrasi, bahkan bisa menimbulkan konflik karena suaranya keras mengganggu. Apalagi saat orang lagi ibadah, berduka atau acara yang sakral tiba-tiba ada pengendara yang melintas lalu ngegas kencang, itu bahaya sekali,” jelas Sam.

Ditegaskan Sam, penegakan hukum kepada pengguna knalpot brong terus digalakkan.

Kata dia, ada sanksi tilang yang merujuk pada UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Jadi kalau ada yang terkena razia menggunakan knalpot ini, kita tahan motornya dan langsung tilang sesuai UU yang ada, kita tertibkan itu,” tegas Sam.

AKBP Sam kembali menjelaskan bahwa knalpot racing atau lebih familiar dengan knalpot racing adalah knalpot yang tidak sesuai dengan standar ditetapkan oleh pemerintah.

Knalpot brong digemari penggunanya khususnya kalangan anak muda dengan memodifikasi motornya untuk sekadar gaya atau mengikuti tren, namun tidak memperhatikan kondisi sekitar.

“Biasanya ada momen-momen, seperti mau Natal, pergantian tahun atau pengumumun kelulusan sekolah. Ini paling banyak yang pakai (knalpot racing),” ucap Sam.

Sam pun merasa khawatir dengan momen Pemilu 2024 ini, di mana pemilik motor menggunakan kendaraanya untuk berkampanye politik dan bisa menciptakan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

“Ya, khawatirnya pas di jalang itu lagi kampanye terus nggegas itu kan bisa menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan,” tuturnya.