Papuaekspose.com, – Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mimika dengan mengatasnamakan Solidaritas ASN melakukan aksi demo di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika Jalan Poros Kuala Kencana, Papua Tengah Senin (15/1/2024) pagi.

Dalam aksi demo itu, mereka mendirikan tenda dan memalang pintu masuk Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika sehingga mengakibatkan aktivitas pelayanan perkantoran lumpuh dalam sehari.

Dalam orasinya, mereka memprotes rolling jabatan yang dilakukan Bupati Mimika DR. Eltinus Omaleng, SE.,MH pada akhir tahun 2023 lalu. Sejumlah spanduk juga mereka bentangkan dengan isi tulisan kritikan. Bahkan terdapat tulisan yang menuntut agar Bupati Mimika dan Pj Sekda Mimika dinonaktifkan.

Salah satu orator bernama Priska Kuum dalam orasinya memprotes keras kebijakan rolling jabatan yang dianggap begitu brutal dan tidak mempertimbangkan otonomi khusus (Otsus).

”MTQ

“Kami ini korban. Otsus itu mana? Kami putra putri asli tanah ini. Kami sakit hati dengan rolling jabatan yang brutal ini. Hari ini stop dulu aktiviitas apapun di dalam kantor dan semua ASN mari kita lakukan aksi,” Kata Priska berapi api.

Dia menilai, pergeseran pejabat yang terjadi baru baru ini tidak sah karena tidak sesuai prosedur dan aturan ASN.

“Rolling itu tidak sah karena tidak sesuai prosedur. Kalau sesuai baru kami terima dengan baik sebagai abdi negara. Kami mau ketemu dan dengar langsung penjelasan dari ibu Pj Gubernur Papua Tengah dan Kemendagri baru kita bubar,” ujar Priska.

Para pendemo tersebut kemudian ditemui langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob, S.Sos.,MM dan telah menerima aspirasi dan tuntutan mereka.

Pantauan media ini hingga pukul 14:00 ada massa demo tandingan yang mengatasnamakan pendukung Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

Puluhan massa itu tiba dan membuka paksa pintu keluar kantor yang memang sudah ditutup sebelumnya. Mereka juga hendak menemui para ASN yang berdemo dan menurunkan tenda namun dihalau pihak kepolisian.

“Maksudnya apa kalian datang demo baru pasang tenda di pintu masuk. Kalian yang mau kasih turun bupati ka?. Mana kalian punya jago,” ujar Yohanes Kemong, salah satu massa aksi tandingan.

Massa juga terlihat memaksa masuk dan membuka pintu yang dipalang para Solidaritas ASN.

Kurang dari 1 jam kemudian, kedua kelompok tersebut dibubarkan aparat kepolisian dengan tindakan persuasif dan humanis.