Papuaekspose.com – Jaksa KPK meyakini pengacara mantan Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, terbukti merintangi penyidikan dalam kasus korupsi Lukas. Salah satunya adalah menggiring opini massa yang datang ke Mako Brimob Jayapura agar Lukas gagal diperiksa di Jakarta.

“Terdakwa Stefanus Roy Rening mencegah Lukas Enembe untuk memenuhi panggilan penyidik KPK untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi atas nama tersangka Rijatono Lakka pada hari Senin, tanggal 12 September 2022, bertempat di Markas Komando Brigadir Mobil Mako Brimob Jayapura dan meminta untuk mendatangkan massa ke Mako Brimob Jayapura serta melakukan orasi di depan pendukung Lukas Enembe di Mako Brimob Jayapura,” ujar jaksa KPK dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (17/1/2024).

Jaksa mengatakan Stefanus Roy Rening berorasi dengan menyudutkan penyidik KPK dan menggiring opini massa pendukung Lukas di Mako Brimob Jayapura. Jaksa mengatakan Roy berorasi dengan menyuarakan perkara Lukas merupakan bentuk kriminalisasi karena agenda politik.

“Bahwa setelah bertemu dengan penyidik KPK kemudian Terdakwa menemui massa pendukung Lukas Enembe yang melakukan demonstrasi di Mako Brimob Jayapura dan selanjutnya Terdakwa melakukan orasi di atas mobil komando di hadapan massa pendukung Lukas Enembe dengan penuh semangat dan lantang,” kata Jaksa.

”MTQ

“Orasi Terdakwa Stefanus Roy Rening menggiring opini publik menyudutkan penyidik KPK dan meminta penyidik KPK tidak memeriksa Lukas Enembe karena alasan sakit serta menyampaikan proses hukum terhadap Lukas Enembe adalah kriminalisasi karena ada agenda politik,” imbuhnya.