Wali Kota Jayapura Larang Aksi Demonstrasi dan Palang, Ketua APMPPD: Istilah ‘ko dari gunung, ko dari pante’ Bisa Timbulkan Perpecahan
Papuaekspose.com – Gegara video yang beredar di media sosial soal Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo yang membuat pernyataan dengan istilah “gunung dan pante”, membuat Ketua Aliansi Pemuda dan Masyarakat Papua Peduli Demokrasi (APMPPD), Jansen Previdea Kareth geram.
Jansen Previdea Kareth menanggapi keras pernyataan Wali Kota Jayapura itu yang dinilai diskriminatif. Dimana dalam video yang beredar, ia menyebut akan melarang aksi demonstrasi dan pemalangan, yang umumnya dilakukan kelompok masyarakat tertentu dari pegunungan Papua.
Pernyataan itu disampaikan Abisai Rollo saat memaparkan capaian 100 hari kerja di Aula Sian Sor, Kantor Wali Kota Jayapura pada Senin (16/6/2025).
Janses Kareth memandang, narasi yang terkesan membedakan masyarakat pegunungan dan pesisir dalam video singkat itu sangat sensitif dan berpotensi merusak persatuan masyarakat Papua.
“Istilah ‘ko dari gunung, ko dari pante’ itu sangat sensitif. Bagi masyarakat Papua, narasi seperti ini bisa menimbulkan perpecahan. Kita ini satu dari Sorong sampai Samarai,” kata Jansen di Abepura, Kamis (19/6/2025).
Meski begitu, Jansen menilai penyebaran video yang sudah dipotong dan viral di media sosial oleh oknum tertentu patut diduga sebagai tindakan provokatif dan tujuannya, diduga untuk mengadu domba Wali Kota Jayapura dengan masyarakat pegunungan Papua.
“Pihak penegak hukum harus segera mengusut siapa yang menyebarkan potongan video tersebut. Video yang beredar tidak mewakili keseluruhan isi sambutan. Ini tidak objektif dan sangat merugikan,” ujarnya.
🚨 Berita Populer: Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi? Simak Selengkapnya
🚨 Viral Hari Ini: Kejadian Tak Terduga yang Menghebohkan Publik Simak Selengkapnya
🚨Cek Fakta: Informasi Terbaru yang Sedang Banyak Dicari Warga Net Simak Selengkapnya
Jansen juga menyoroti kelalaian staf ahli dan protokoler Wali Kota Jayapura yang menurutnya gagal melakukan penyaringan terhadap materi paparan dalam acara resmi Expose 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura.
“Ini tamparan halus untuk staf di lingkaran Wali Kota. Mereka seharusnya menelaah naskah sambutan dengan cermat. Kalau tidak mampu menterjemahkan visi pimpinan, lebih baik diganti saja,” ujarnya.
Ia mengajak semua pihak untuk tidak menelan informasi mentah-mentah, melainkan mencerna dengan kritis dan berdialog secara terbuka.
“Kebenaran itu harus digali, dikaji, dan diuji melalui dialog jujur. Jangan mudah terpancing oleh potongan-potongan video yang tidak utuh,” katanya.
Jansen mengingatkan bahwa Papua, khususnya Kota Jayapura, adalah rumah bersama bagi semua suku dan etnis, dan harus dijaga sebagai simbol persatuan.
“Port Numbay adalah miniatur Papua. Kita hidup berdampingan dengan berbagai budaya, adat, dan bahasa. Jangan biarkan narasi sempit memecah persaudaraan kita,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Jansen mengajak Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, yang juga dikenal sebagai Ondoafi besar dan tokoh karismatik, untuk kembali menjadi sosok pemersatu.
“Bapak Abisai harus tetap jadi pemimpin yang jadi mercusuar bagi semua orang di Jayapura. Jangan biarkan satu kesalahan memperkeruh rumah besar kita bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, video viral Wali Kota Jayapura menegaskan melarang aksi demonstrasi dan palang.
Pernyataan itu disampaikan Abisai Rollo saat memaparkan capaian 100 hari kerja di Aula Sian Sor, Kantor Wali Kota Jayapura pada Senin (16/6/2025).
“Yang biasa palang dan demi saya pikir bukan orang asli Port Numbay bukan orang pante (pantai) biasa orang-orang gunung, ini harus saya sampaikan supaya kita tahu persis,” ujarnya.
Menurut Abisai Rollo, harus ada perjanjian menjaga keamamanan kota agar diketahui bersama.
“Supaya jangan bikin rusak Kota ini,” pungkasnya.
Expose 100 hari kerja Abisai Rollo dan wakilnya, Rustan Saru dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan mahasiswa serta pimpinan lintas agama.
Video itu pun viral di media sosial dan mendapat respons beragam dari masyarakat di Provinsi Papua.
Adapun video viral soal pernyataan Wali Kota Jayapura disiarkan live di salah satu media digital di Papua.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook